Fenomena Naturalisasi Pesepak Bola Asing ala-ala Klub Indonesia

Online Colleges In Florida Criminal Justice Online Programs Online Criminal Justice Programs Online Masters Programs In Education Psychology Degree Online Accredited Online Colleges In Sc Online Mba Programs No Gmat Online Business Management Degree Criminal Justice Degree Online Substance Abuse Counselor Degree Online Best Online Colleges For Working Adults Online Colleges Florida Good Online Colleges Online Accounting Degree Online Colleges In Missouri Online Mba No Gmat Online Rn To Bsn Online College Schools Rn To Bsn Online List Of Online Colleges Rn To Bsn Online Programs Rn Bsn Online Programs Online Colleges In Wisconsin Cswe Accredited Online Msw Programs Cheapest Online Business Degree Msw Programs Online Psychology Degree Online Online Mba Programs In Nc Online Mha Online Medical Billing And Coding Programs Rn To Bsn Online Fast Best Online Psychology Degree Programs Masters In Nursing Education Online Special Education Masters Programs Online Affordable Online Colleges Bachelor Degree Online Suny Oswego Online Mba Online Business Degree Online Colleges In Az Online Schools For Business Healthcare Degrees Online Online Psychology Masters Online Rn Bsn Programs Online Colleges In Kansas Online Colleges Affordable Accredited Online Colleges Best Online Mha Programs Online Colleges In Iowa Best Online Bsn Programs Online Accounting Degree Texas Online Masters Information Technology Online Masters Degree Programs Online Masters Of Nursing Programs Accredited Online Business Schools Online Schools For Social Work Earn An Mba Online Online Masters In Education Mba Online Programs Best Online Schools For Veterans Most Affordable Online Colleges Online Colleges In Texas Online Accredited Colleges Masters In Social Work Online Msw Online Programs Online Bachelor Degree Programs Fastest Bachelors Degree Online Colleges Online Masters In Special Education Online Georgia Tech Online Mba Accounting Degree Online Masters In Human Resources Online Rn To Msn Online Best Online Colleges In California Human Resources Degree Online Business Degree Online Online Colleges In Nc Online Payroll Services For Small Business Best Value Online Mba Accelerated Online Degree Programs Criminal Justice Certificate Programs Online Online Masters In Human Resources Online Masters Programs In Counseling College Online Msw Online Regionally Accredited Online Colleges Online Schools In Nj Masters In Education Online Bsn Programs Online Rn Bsn Online Online Early Childhood Education Online Msn Programs Online Colleges In Ga Car Insurance Quotes Online Accredited Online Schools Accounting Masters Online Online Marketing Degree Online Masters Programs In Ohio Online Bsn Programs Psychology Masters Degree Online
When you have made the leap to decide to start your own business the next step is which type of business should you start? These business opportunities represent a convergence of trends, from saving consumer's time and money to the continued growth of new Internet users. So take a look at the top ten business opportunities for this year.

 E-Learning

Learning electronically through the Internet, represents a continued strong business opportunity for development of technology and learning content.
The opportunity for small business is to specialize in delivering highly focused content. 

 Contractor Referral Service

Homeowners are challenged to find a reliable and trusted service for home repairs. New home contractor referral services have sprung up to fill this growing need. One such service is Angie's List. Become a trusted, unbiased source for contractor and home repair referrals in your hometown and build a much-needed third-party service company.


 Program naturalisasi mulai dicanangkan PSSI pada 2010 buat mengerek prestasi Timnas Indonesia. Pada perjalanannya tujuan program ini bergeser.

Setahun belakangan makin banyak pesepak bola asing mengurus proses naturalisasi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI). PSSI tidak terlibat langsung dalam proses pengurusan perubahan status kewarganegaraan.

Adalah pihak klub yang berperan aktif menginsiasi proses pengurusan naturalisasi. Kepentingan membantu Timnas Indonesia kini bukan jadi tujuan utama.

Ada kesan klub getol membantu pesepak bola impor melakukan naturalisasi dengan kepentingan mendongkrak performa tim saat mengarungi kompetisi kasta elite.

Pembatasan kuota pemain asing di pentas Liga 1, membuat klub berimprovisasi. Sejumlah pemain asing menguber paspor Indonesia agar tetap bisa beredar di persaingan sepak bola Tanah Air dengan status WNI.

Klub tak selalu jadi figur pendorong proses naturalisasi para pemain tersebut. Para pemain mengambil inisiatif sendiri, karena sadar tak mudah bagi dirinya bisa bermain di kompetisi Indonesia jika tetap menggunakan paspor negara asal.

Pada prinsipnya klub senang jika bisa memberdayakan tenaga pesepak bola asing. Alasannya, regulasi penggunaan pemain asing di kompetisi kasta elite yang dibuat PSSI amat membatasi ruang mereka menggaet sebanyak mungkin pemain pendatang.

Di pentas Liga 1 2017, klub hanya bisa mengontrak maksimal empat pemain asing. Di mana satu di antaranya harus berasal dari Asia. Klub boleh melakukan penambahan slot jika mereka bisa mendatangkan legiun asing berstatus marquee player.

Mulai musim depan, regulasi marquee player kabarnya bakal dihapus, PT Liga Indonesia Baru akan menerapkan aturan 3+1 secara ketat. Hal ini membuat kesempatan bekerja para pemain impor kian sempit. Apalagi dua musim terakhir PSSI menghapus kesempatan mereka berkiprah di pentas Liga 2. Penerapannya sudah terlihat di Piala Presiden 2018 ini.

Jika 18 klub memaksimalkan slot pesepak bola asing, maka hanya akan ada 72 pemain yang beredar di Liga 1 2018.

Agen pemain asing mengeluhkan hal ini. "Beberapa musim terakhir, penghasilan saya sebagai agen berkurang drastis karena jumlah slot maksimal dibatasi. Beda dengan era pertengahan 2000-an, di mana pasar amat luas. Tiap klub kasta tertinggi bisa memakai jasa empat sampai lima pemain asing, sementara di kasta kedua klub bisa mengontrak dua hingga tiga legiun impor," tutur Edy Syah Putera, agen pemain asing tenar yang telah lama malang-melintang.

Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi, menyebut pembatasan ruang bagi pemain asing punya tujuan memberi pentas pada pemain lokal. "PSSI punya target menambah jumlah pesepak bola lokal di pentas kompetisi. Mereka harus mendapat jam terbang tinggi. Klub jangan terus mengandalkan pemain asing, yang kualitasnya pun tak jauh dengan pemain kita."

Sebelumnya, di era kepengurusan PSSI Djohar Arifin upaya federasi membatasi ruang buat pemain asing sudah dilakukan. Selain buat kepentingan pembinaan yang bermuara di Timnas Indonesia, aturan ini juga untuk menjaga stabilitas keuangan klub.

Namun, tetap ada celah membuat klub mendatangkan sebanyak mungkin pemain asing. Tuntutan berprestasi tinggi membuat mereka secara cenderung membangun kekuatan tim yang kompetitif. Pemain asing yang berlimpah jadi solusi instan.

Arema FC, jadi klub pertama yang cerdik menumpuk pesepak bola naturalisasi di Indonesia Super League 2013. Di bawah komando Rahmad Darmawan Tim Singo Edan memaksimalkan tiga pemain asing yang sudah berstatus WNI, Cristian Gonzales, Victor Igbonefo, dan Greg Nwokolo.

Ketiganya masuk kategori deretan pemain pendatang elite, yang proses peralihan status kewarganegaraannya dibantu PSSI. Di sisi lain, Tim Singo Edan saat itu juga mengontrak, Alberto Goncalves, Gustavo Lopez, dan Fabiano Beltrame, yang berstatus pemain impor murni.




Pada musim yang sama Persib Bandung, menambah bonus pemain asing berpaspor garuda, Sergio van Dijk. Penyerang warga negara Belanda itu berganti kewarganegaraan dengan bantuan pemilik klub, Glenn Sugita.

Sergio yang punya hasrat besar membela Timnas Indonesia, tak bisa bermain di Persib jika masih jadi warga Belanda. Tim Maung Bandung sudah punya Kenji Adachihara (Jepang), Vladimir Vujovic (Montenegro), Makan Konate (Mali), serta Djibril Coulibaly (Mali).

Persipura Jayapura di musim 2015 juga membantu proses pengurusan WNI bek asal Afrika, Bio Paulin. Ketua Umum Tim Mutiara Hitam, Benhur Tomi Mano, secara terang-terangan mengaku klubnya akan sangat diuntungkan jika Bio jadi WNI.

"Jadi kami bisa menambah pemain asing satu orang lagi, karena Bio Paulin sudah jadi warga Indonesia," katanya.

Strategi klub mengontrak pemain asing berlabel WNI kian menjadi-jadi belakangan ini. Banyak pesepak bola pendatang yang dinaturalisasi usianya sudah uzur. Mereka bahkan tidak cukup kompetitif bersaing memperkuat Timnas Indonesia.

Yang terkini coba tengok saja strategi transfer Sriwijaya FC dan Madura United. Tampil di Piala Presiden 2018, mereka memaksimalkan banyak pemain naturalisasi.

Di Sriwijaya FC ada Bio Paulin, Esteban Vizcarra (Argentina), dan Alberto Goncalves (Brasil). Dua nama terakhir proses naturalisasinya tengah berjalan. Jika tidak ada aral melintang jelang bergulirnya Liga 1 2018 mereka sudah jadi WNI murni.

Sebelumnya, Rahmad Darmawan sempat ingin menggaet striker uzur, Dzumafo Herman. Sudah setahun bomber kelahiran 21 Februari 1980 itu jadi WNI.



Rencana RD mendapat tentangan dari sebagian besar suporter Laskar Wong Kito. Mereka beranggapan, Dzumafo yang berusia 37 tahun sudah melewati masa produktif.

Namun, dari kacamata Rahmad sosok Dzumafo, akan sangat membantu memberi variasi permainan di tim asuhannya. "Karakter permainan Dzumafo berbeda dengan barisan striker yang saya miliki di Sriwijaya FC," ujar RD.

Belakangan Sriwijaya FC batal mendatangkan Dzumafo, karena sang pemain menghilang saat diminta manajemen klub melakukan tes medis. Dzumafo akhirnya digaet klub jawara Liga 1 2017, Bhayangkara FC, yang musim lalu menikmati jasa Ilija Spasojevic yang status kewarganegaraannya berganti dari Montenegro menjadi Indonesia.

Madura United juga getol mendaratkan banyak pemain naturalisasi. Mereka punya empat sekaligus pemain, yakni: Cristian Gonzales, Raphael Maitimo, Greg Nwokolo, dan OK John. Nama terakhir proses menjadi WNI-nya tengah berjalan.

Jika Madura United nanti mengontrak empat pemain asing lagi (satu dari Asia), berarti akan ada delapan pemain pendatang di skuat Gomes de Oliviera.

Ironisnya, dari total 21 pemain asing (5 dalam proses pengurusan), mayoritas di antaranya jarang dapat kesempatan membela Timnas Indonesia. Padahal, ketika program naturalisasi dicanangkan di era kepengurusan PSSI, Nurdin Halid, tujuan mengubah kewarganegaraan pesepak bola luar negeri buat mengerek prestasi Tim Merah-Putih.

Pelatih Timnas Indonesia, Luis Milla, sejak 2017 mendarat tercatat hanya menggunakan jasa empat pemain naturalisasi, Stefano Lilipaly, Ezra Walian, Ilija Spasojevic, serta Victor Igbonefo.

Dimungkinkan UUD 1945



Menghakimi pemain asing yang menjadi WNI guna mengamankan kelangsungan karier di negara kita rasanya tidak pas. Undang-Undang Dasar 1945  hasil amandemen membuka ruang bagi warga pendatang buat mendapatkan paspor Indonesia.

Hal tersebut disebut dalam pasal 26. Seseorang dapat disebut sebagai WNI: semua orang yang termasuk Bangsa Indonesia asli dan orang dari bangsa lain yang disahkan oleh UU sebagai warga negara.  Dalam UUD 1945, amandemen ke-2 bahkan disebutkan bahwa makna penduduk ialah WNI dan WNA yang bertempat tinggal di wilayah Indonesia

Undang-Undang Kewarganegaraan Indonesia (UUKI) No. 12 2006 juga mempertegasnya. Pasal 8 UU tersebut menyebut, “Kewarganegaraan Republik Indonesia dapat juga diperoleh melalui pewarganegaraan.”

Arti kata ‘pewarganegaaraan’ sendiri adalah ‘tata cara bagi orang asing untuk memperoleh kewarganegaraan suatu negara melalui suatu permohonan. Ini berarti, setiap orang berhak memperoleh Kewarganegaraan Republik Indonesia. Namun, harus melalui berbagai persyaratan.


UU ini juga mengatur soal lima syarat menjadi WNI. Salah satunya, orang asing bisa mengajukan permohonan menjadi WNI jika telah tinggal di Indonesia selama 5 tahun berturut-turut, atau telah tinggal di Indonesia paling sedikit 10 tahun tidak dalam waktu berturut-turut.

Rata-rata pesepak bola asing yang mengurus WNI, memenuhi kualifikasi ini. Ambil contoh Dzumafo Herman, yang resmi menjadi WNI pada Juli 2017 silam.

Memulai karier sepak bola profesional sejak 1999, di mana saat itu usianya baru 19 tahun, Dzumafo tercatat hanya membela empat klub di negara asalnya. Hanya delapan bulan bermain di Kamerun, Herman Dzumafo membuka jalan untuk bermain di luar negeri berlabuh di Indonesia, tepatnya di PSPS Pekanbaru, Riau.

Bersama PSPS, Herman Dzumafo bermain selama kurang lebih empat tahun sebelum akhirnya mencoba peruntungan di klub-klub besar, seperti Arema Indonesia, Persib Bandung, dan sempat dipinjamkan ke Sriwijaya FC. Mitra Kukar, Gresik United, dan Persela Lamongan sempat menjadi pelabuhan baginya sebelum kembali ke PSPS Pekanbaru yang berganti nama menjadi PSPS Riau di Liga 2 2017.

Ia kini telah menikah dengan seorang wanita Indonesia bernama Maria Magdalena pada 2009.




Komentar senada dilontarkan Ilija Spasojevic. Selain sudah berkarier cukup lama di Indonesia, ia kini beristri wanita asal Makassar, Lelhy Latif. Keduanya dikaruniai dua orang anak, yakni Dragan Spasojevic (2 tahun) dan Irina Spasojevic (8 bulan).

"Saya tidak berpikir buat kembali ke negara asal. Saya ingin menetap di negara ini hingga tua nanti," ujar Spaso yang punya kans besar membela Timnas Indonesia di Asian Games 2018 nanti.

Apa yang diungkapkan kedua pemain sah-sah saja. Tinggal kembali ke pihak klub. Mereka dituntut cermat memilih pemain-pemain asing berstatus WNI buat bergabung. Kualitas jadi acuan utama. Dan tentunya juga mereka juga memperhatikan pembinaan.

Ada konsekuensi yang ditanggung setiap klub yang menumpuk pesepak bola naturalisasi. Kesempatan bakat-bakat lokal merasakan atmosfer pertandingan berkurang, karena skuat sudah sesak para WNI baru. Pilihannya sederhana, prestasi instan atau membantu pembinaan.

Sumber : Bola.com

Fenomena Naturalisasi Pesepak Bola Asing ala-ala Klub Indonesia

When you have made the leap to decide to start your own business the next step is which type of business should you start? These business o...

close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==